Pembangunan yang inklusif tidak lahir dari satu arah, tetapi muncul dari sinergi yang kuat antara masyarakat dan aparatur negara. Menyadari pentingnya kolaborasi ini, Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) bersama Yayasan Ashoka Pembaharu bagi Masyarakat memperkenalkan program SAMA-SAMA (Sinergi Aktor Masyarakat dan Aparatur), sebuah program yang berupaya menghadirkan wadah komunikasi terbuka dan intensif antara pemerintah dan masyarakat sipil.
Pada fase pertama (Agustus 2025–Maret 2027), SAMA-SAMA mendorong kerja sama yang bermakna melalui pintu komunikasi yang jujur, intensif, dan setara antara pemerintah dan masyarakat sipil untuk mendorong kebijakan dan implementasi pembangunan yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia.
Menghubungkan Potensi, Menjawab Tantangan
Pemerintah memegang mandat untuk mewujudkan kebaikan bersama (bonum commune) melalui berbagai agenda pembangunan. Namun, dalam praktiknya, proses ini kerap menemui tantangan, seperti kompleksitas koordinasi antarlembaga, dilema dalam penentuan prioritas kebijakan, keterbatasan fleksibilitas anggaran, serta bias sosial yang menghambat inklusivitas.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, masyarakat sipil mempunyai jiwa pembaharu dengan energi yang besar dan inisiatif lokal yang kuat untuk mendorong perubahan nyata di tingkat komunitas lewat inisiatif-inisiatif sosial yang berdampak langsung. Sayangnya, banyak dari inisiatif tersebut masih bersifat lokal dan belum terhubung secara sistematis dengan kebijakan publik.
Menyadari tantangan dan potensi ini, SAMA-SAMA hadir untuk menjembatani keduanya.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Wilayah
Program SAMA-SAMA melibatkan lima kementerian, yakni Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, serta organisasi masyarakat sipil dari delapan provinsi di Indonesia: Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
Melalui kolaborasi lintas sektor dan wilayah, SAMA-SAMA hendak menciptakan ekosistem kolaboratif untuk pembangunan inklusif. SAMA-SAMA menjadi ruang dialog yang mendorong interaksi terbuka antara aktor negara dan masyarakat sipil. Di sini, rasa saling percaya tumbuh, memperkuat sinergi praktik kebijakan publik yang partisipatif dan berbasis pembelajaran bersama.
Ruang Belajar untuk Perubahan
SAMA-SAMA menyelenggarakan sesi pembelajaran dan pertemuan strategis sebagai ruang dialog para pelaku perubahan dari berbagai latar belakang. Di sini, perspektif dipertemukan, tantangan sistemik diurai, dan peluang kolaborasi terbuka lebar.
Dengan semangat saling percaya dan kerja sama, SAMA-SAMA mendorong sistem publik yang lebih adaptif dan inklusif karena Indonesia yang maju adalah Indonesia yang dibangun bersama.
