Programme Period: September-December 2015
Team: Irsan Pawennei, Klara Esti, Leonardus K. Nugraha
Dalam rangka mendukung Nawacita ke-6 Kabinet Jokowi-JK, khususnya dalam hal “Pembangunan infrastruktur jalan baru sekurang-kurangnya 2000 Kilometer, Membangun sekurang-kurangnya 10 pelabuhan baru, dan Membangun sekurang-kurangnya 10 bandara baru”, dibutuhkan adanya kerjasama berbagai pihak yang terkait dengan pengembangan infrastruktur di Indonesia. Dalam pencapaian Nawacita di atas, dan juga dengan memperhatikan bahwa Indonesia akan membangun lebih banyak infrastruktur hingga mencapai nilai lebih dari 5000 T selama 2015-2019 (Bappenas, 2014), diperlukan adanya penjabaran secara detail mengenai tantangan-tantangan di sektor konstruksi di Indonesia.
Dukungan teknologi dibutuhkan untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut, mulai dari teknologi sederhana hingga teknologi tinggi, untuk modernisasi penyelenggaraan konstruksi mulai dari pengkajian, perencanaan, pembiayaan, perancangan, pengadaan, pelaksanaan (konstruksi), operasi dan pemeliharaan infrastruktur. Teknologi Konstruksi ini diharapkan dapat dikembangkan oleh berbagai pihak, namun utamanya adalah Perguruan Tinggi dan Badan Penelitian dan Pengembangan.
Oleh karena itu, diperlukan adanya pemetaan teknologi konstruksi yang dibutuhkan serta kondisi teknologi konstruksi yang tersedia maupun belum tersedia berdasarkan kebutuhan tersebut.