Print

Diskusi Publik | Rethinking Research: Policies and Practices

GDN 1 GDN 2

Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG) bekerja sama dengan Pusat Kajian Komunikasi Universitas Indonesia (Puskakom UI), Global Development Network (GDN) dan Knowledge Sector Initiatives (KSI) menyelenggarakan Diskusi Publik dengan judul Rethinking Research: Policies and Practices pada Rabu, 6 April 2016 di Auditorium LIPI. Diskusi ini membahas hasil dari tiga penelitian mengenai kebijakan dan praktik pelaksanaan penelitian di Indonesia. Berlaku sebagai moderator diskusi adalah Fajri Siregar, Direktur Eksekutif CIPG.

Hasil penelitian pertama dipaparkan oleh Inaya Rakhmani, Ketua Puskakom UI. Penelitian dengan judul Reforming Research in Indonesia: Policies and Practices ini menggarisbawahi pentingnya transparansi dalam sistem rekrutmen dosen. Hal ini dikarenakan sistem rekrutmen dosen yang tertutup membatasi mobilitas akademik peneliti/dosen dan mengakibatkan adanya ketersekatan dalam pengetahuan peneliti/dosen. Pengetahuan yang tersekat tersebut berpotensi menurunkan kinerja peneliti/dosen. Salah satu solusinya adalah dengan membentuk critical peer di antara peneliti/dosen. Paparan ini ditanggapi oleh Fred Carden, Tenaga ahli KSI, yang menyatakan bahwa selain sistem rekrutmen dosen, peneliti/dosen juga menghadapi hambatan struktural dalam melakukan publikasi riset. Beliau juga menambahkan bahwa salah satu fungsi peneliti adalah berkontribusi terhadap penyelesaian dan pembahasan masalah yang terjadi saat ini.

Penelitian kedua dengan judul Diagnostic Study on Barriers to University Research dikemukakan oleh tim peneliti mitra KSI yang berasal dari berbagai universitas. Salah satu temuan dari penelitian ini adalah saat ini kebijakan pemerintah masih kurang mendukung riset. Selain itu, penelitian ini juga menekankan perlunya reformasi sistem rekrutmen. Yanuar Nugroho, Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), menyatakan bahwa pemerintah belum memahami hubungan antara riset dengan pembangunan negara dan bahwa riset perlu diperjuangkan di agenda pembangunan nasional. Diskusi ini harus dijadikan sebagai titik awal bagi para pemangku kepentingan untuk menata kembali tata kelola penelitian di Indonesia.

Pou Sovachana dari Kamboja memaparkan penelitian ketiga dengan judul Doing Research in Cambodia: Making Models That Build Capacity. Dalam penelitian ini, dijelaskan beberapa temuan di Kamboja yang mirip dengan permasalahan yang ada di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah beban kerja struktural peneliti dan keterbatasan dana penelitian. Lebih jauh, ketimpangan gender peneliti, kecenderungan untuk mengikuti kepentingan donor, serta kemampuan bahasa juga menjadi tantangan penelitian di Kamboja. Lynn V Meek dari Universitas Melbourne menyatakan pentingnya keberadaan konteks dalam riset.

Sesi terakhir diisi oleh Pierre Jacquet, Presiden GDN, dan Satryo S. Brodjonegoro, Wakil Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Keduanya menyampaikan kesimpulan dari tiga penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya. Sesi ini sekaligus menjadi penutup keseluruhan rangkaian diskusi.

Materi persentasi diskusi publik dapat diunduh pada tautan berikut:

Fred Carden-Reforming Research
Sovachana Pou-Doing Research in Cambodia: Making Models That Build Capacity
Inaya Rakhmani dan Fajri Siregar-Reforming Research in Indonesia: Policies and Practices
Mitra KSI-Presentasi Hambatan Riset

Share this post