Cover Crowdrating

Crowd-r@ting: Mencari Model Rating Publik untuk Penyiaran di Indonesia

Author: Klara Esti, Natasha Hassan Attamimi, Aldani Putri Wijayanti, Leonardus Kristianto Nugraha

Bahasa Indonesia

Crowd-r@ting: Mencari Model Rating Publik untuk Penyiaran di Indonesia

Mekanisme rating televisi saat ini tidak mampu menangkap aspirasi penonton. Rating saat ini sekedar memberi perkiraan jumlah orang yang menonton program TV pada waktu tertentu. Alat ini tidak mampu menyajikan kompleksitas pengalaman menonton TV. Dengan berpegang pada logika rating, para pemain di industri media merancang program dan menentukan harga slot iklan demi mengeruk keuntungan. Hal ini menyebabkan penonton hanya dianggap sebagai konsumen, alih-alih warga. Padahal, televisi bersiaran menggunakan frekuensi milik publik, dan karenanya memikul tanggung jawab untuk melayani kepentingan publik (UU Penyiaran 32/2002 Pasal 3).

Bertolak dari studi kasus Rapotivi, riste ini menawarkan gagasan Crowd-r@ting. Crowd-r@ting merupakan inisiatif kolektif yang memungkinkan warga menyampaikan umpan balik langsung berupa penilaian (rating) dan ulasan tentang kualitas program televisi. Crowd-r@ting berjalan dengan semangat untuk mengembalikan posisi penonton sebagai warga yang berdaulat. Demikian, inisiatif ini hendak mengubah wajah industri media dengan menempatkan penonton sebagai penentu wajah penyiaran di Indonesia.

English

Crowd-r@ting: In search of alternative rating in Indonesia

The current TV-rating mechanism is incapable of capturing feedback from the audience. As a traffic counter, it lacks the tool to assess the complexity of TV-viewing. There is no established feedback mechanism that is able to represent audience’s opinions or criticisms. This results in the audience being seen merely as a consumer, as the traffic counting is influencing pricing strategy for advertisement in TV programmes. This is not in line with the nature of television that broadcast using public-owned frequency, which bears responsibility for television to be the public guardian.

Learning from Rapotivi and using the power of new technologies, this research proposes the idea of Crowd-r@ting. Crowd-r@ting is a collective initiative that allows the public to provide live feedback in the form of ratings and reviews about the quality of the television programmes. Crowd-r@ting will inject the spirit of putting back audience as a rightful citizen. Thus, it aims to change the powerplay in landscape of the media industry in Indonesia.

 

Laporan penelitian dapat diunduh pada tautan ini

Share this post