Kooperasi

Cooperative’s Contributions Towards Inclusive Development

Author: Ferzya Farhan and Daya C. Sudrajat

English

Lessening the inequality among people and ensures the ecosystem balance is a key priority in Inclusive Development (ID). Its cover economic, social, ecological and citizen rights aspect. Inclusive development is a universal term that’s not only for emerging and developing countries but also for developed one. For Indonesia, lessening the inequality is a primary concern when one of founding fathers lay the economic foundation. In fact, the Gini Ratio of Indonesia still show a large gap, pointing 0.394 in 2016.

Cooperative, as historically proven, offers such alternative: playing important economic and social roles in developed as well as developing countries. However, it often becomes an ‘invisible citizen’ compared to corporation. Cooperative concept of ‘community self-help’ can be used to tackle poverty, raising prosperity, implementing democratic participation as well as equality. Therefore, cooperative become an important issue towards inclusive development.

Cooperatives in Indonesia, of course, are diverse. This research will focus on the cooperative movement as a mean of ‘kooperasi’ to draw a distinction with ‘koperasi’ which commonly used by Indonesian. The cooperative movement (kooperasi) is a ‘self-organised’ cooperative that put ideology above profit. This research aims to take a closer look to the contributions of kooperasi to inclusive development, and how policy and innovation influence the existence of cooperatives.

 

Bahasa Indonesia

Mengurangi ketidaksetaraan diantara masyarakat dan memastikan keseimbangan ekosistem merupakan prioritas utama dalam pembangunan inklusif. Pembangunan inklusif terdiri dari empat aspek, yakni ekonomi, sosial, ekologi dan hak-hak sipil. Pembangunan inklusif adalah istilah universal yang tidak hanya berlaku bagi negara berkembang, tetapi juga untuk negara maju. Bagi Indonesia, mengurangi ketidaksetaraan telah menjadi perhatian utama sejak Indonesia merdeka. Walaupun kini, rasio Gini Indonesia masih menunjukkan kesenjangan yang besar – 0,394 pada tahun 2016.

Koperasi, bukan hal baru dalam sejarah Indonesia dan dunia. Namun, kerap menjadi ‘warga yang tak terlihat’ apabila dibandingkan dengan korporasi. Padahal konsep koperasi akan ‘swadaya masyarakat’ dapat digunakan untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan menerapkan partisipasi demokratis serta kesetaraan.

Koperasi di Indonesia tentu saja beragam. Penelitian ini akan berfokus pada gerakan koperasi sebagai sarana ‘ko-operasi’ untuk menarik perbedaan dengan ‘koperasi’ yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kooperasi adalah koperasi ‘mandiri’ yang menempatkan ideologi di atas laba. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dekat kontribusi kooperasi terhadap perkembangan inklusif, dan bagaimana kebijakan dan inovasi mempengaruhi keberadaan

Laporan lengkap riset (Bahasa Inggris) dapat diunduh pada tautan ini

Ringkasan laporan riset (Bahasa Indonesia) dapat diunduh pada tautan Cooperative’s contributions towards inclusive development

Share this post